Materi Pecinta Alam

Minggu, 30 Desember 2012

Faktor Kepadatan Bebas "Density Independent" Terkait Pola Rekrutmen dalam Biologi Perikanan


Densitas populasi menunjukan besarnya populasi dalam satuan ruang. Umumnya
dinyatakan sebagai jumlah individu atau biomas persatuan luas atau volume. Densitas
dalam studi atau kajian ekologi memiliki fungsi yang sangat besar, karena pengaruh populasi
terhadap komunitas dan ekosistem tidak hanya jenis organismenya saja tetapi juga jumlahnya
atau densitasnya. Densitas juga dapat digunakan untukmengetahui perubahan populasi pada suatu saat tertentu (berkurang atau bertambah).
Densitas populasi dalam ekosistem dapat diukur dan ditentukan melalui dua cara
yaitu:
1. Densitas kotor (Crud density): Jumlah individu suatu populasi per satuan areal
seluruhnya
2. Densitas efektif atau dikenal sebagai kerapatan ekologi yaitu jumlah individu suatu
populasi per satuan ruang habitat

Densitas populasi apabila fluktuasinya kita perhatikan maka akan dapat kita gunakan
untuk menentukan faktor-faktor yang mengontrol ukuran dari populasi. Faktor-faktor itu
dikenal dengan istilah faktor kepadatan bebas (density independent) dan faktor kepadatan
tidak bebas ( density dependent). Density independent merupakan faktor perubahan
lingkungan yang berpengaruh terhadap anggauta populasi secara merata. Sebagai contoh,
tsunami yang menimpa sebagian Aceh dan Sumatra Utara akan mematikan semua anggota
populasi tertentu. Secara umum ketersediaan makanan merupakan density dependen,
demikian juga kompetisi, penyakit dan peristiwa migrasi.


Faktor – faktor yang  mempengaruhi density independent :

a.    Erupsi gunung berapi akan menimbulkan lahar panas yang mengaliri sungai-sungai dilereng gunung. Erupsi ini akan membuat beberapa spesies ikan lokal di sungai itu mengalami kepunahan, sehingga populasinya juga hilang.
b.   Kekeringan yang melanda KJA di waduk akan membuat kadar salinitas meningkat karena suhu panas   akan mempercepat evaporasi, hal ini akan membuat ikan stress dan mati.
c.    Hujan deras apalagi bersifat asam membuat perairan bergeser nilai pH-nya kemudian akan berdampak  pada populasi ikan yang peka terhadap perubahan pH.
d.   Perubahan iklim yang ekstrem akan membuat pertumbuhan ikan relatif stagnan atau bergerak lambat. Secara perlahan hal ini akan membuat jumlah populasi ikan menurun.  Perubahan iklim dapat mengubah rantai makanan laut secara keseluruhan dan sumberdaya perikanan khususnya, karena perubahan iklim akan mempengaruhi kadar oksigen terlarut di perairan.
e.    Berubahnya rantai makanan akan membuat struktur populasi ikan berubah. Fenomena ini sudah banyak teramati di Indonesia, antara lain ditandai dengan bergesernya musim ikan, dan berubahnya fishing groundkelompok ikan jenis tertentu.
f.    Suhu perairan yang tidak stabil akan mempengaruhi distribusi dan kemampuan reproduksi ikan. Terhadap perikanan budidaya perubahan ini juga akan berdampak antara lain melalui pengaruh berbahaya kualitas air, peningkatan penyakit pest dan penyakit-penyakit lainnya.

sumber : staff.uny.ac.id/sites/default/files/Handout%20Ekologi_0.pdf
              http://destririzkiarifelia.blogspot.com/2012/09/laporan-densitas-po.html


2 komentar: